Sunday, November 01, 2009
posted by bundatyas at 8:10 AM





Taraaa.........Surat Tjintah yang dinanti-nanti member KBB semua akhirnya datang juga … Kita akan berkutat degnan WHITE BREAD, sodari-sodari…!
Kira kira mudah atau sulit ya membuatnya..? pastinya byk bertanya-tanya bukan? Yang jelas resepnya cukup unik, karena kita akan menghitung sendiri seberapa banyak bahan-bahan yang akan dibutuhkan nanti. Cara ini disebut dengan Baker’s Percentage. Apa itu Baker's Percentage? Supaya tidak bingung, terlebih dahulu silahkan dibaca dan dipahami file Bakers Percentage.doc dibawah ini yaaaa......

Baker’s Percentage

Jangan panik dulu… Baker’s Percentage mudah koq, tidak sesulit yang dibayangkan.

Baker’s Percentage (BsP) adalah cara penghitungan yang biasa dipakai oleh para professional bread baker. Mereka biasanya tidak menggunakan istilah resep tetapi menggunakan istilah formula. Formula ini menunjukkan proporsi dasar bahan-bahan, terhitung dan diekspresikan sebagai hitungan persen walaupun BsP bukan merupakan hitungan persentasi sebenarnya yang jumlah total adalah 100%. BsP ini menghitung bahan-bahan baik kering atau basah dalam satuan berat, baik metric atau imperial. BsP menggunakan berat tepung sebagai acuan dasarnya.

Keuntungan dari penggunaan BsP ini dengan sekali melihat, BsP:
1. memudahkan untuk memperbesar atau memperkecil jumlah bahan sesuai yang dibutuhkan

Penggunaan BsP ini dapat diterapkan secara langsung dan mudah sekali. Ukuran dari formula dapat dikali atau dibagi sesuai kebutuhan dan langsung menggunakan satuan ukuran berat. BsP dapat dikalikan langsung dan diganti dengan ukuran satuan berat. Di dalam proses industri, biasanya ukuran besar seperti dalam kg. Misalnya kita hendak membuat roti dengan ukuran tepung 25kg, BsP tersebut tinggal dibagi menjadi empat dan berat dalam satuan kg.

Terkecuali, jika berat salah satu bahan terlalu kecil untuk timbangan kita, mau tak mau, kita harus menggunakan ukuran sendok teh atau makan dan berat tersebut dapat dikonversikan menjadi ukuran volume. Cara lainnya yang dapat dilakukan, jika timbangan minimum 10g dan kita hanya butuh 2g, kita dapat menimbang bahan tersebut seberat 10g dan membagi 5. Selama bahan tersebut bukan bahan kritikal seperti pengawet, perbedaan sedikit pada berat tidak akan berpengaruh banyak terhadap hasil akhir.


2. membandingkan formula yang berbeda tanpa harus menghitung proporsi lagi karena berdasarkan satu dasar hitungan, yaitu berat tepung

Jika kita sedang membuat formula baru untuk product development dan formula tersebut berdasarkan formula lama/dasar, kita bisa menambah atau mengurangi berat bahan dengan mengetahui bahwa berat tersebut tidak akan menyebabkan adonan menjadi kacau. Disarankan jika kita hendak mengubah formula lama semisalnya untuk memperbaiki tekstur, lebih baik merubah jumlah bahan jangan lebih dari 2 macam bahan. Semakin banyak bahan yang dirubah pada satu percobaan, kita akan semakin bingung di mana letak kesalahannya jika hasil tidak sesuai yang diinginkan.


3. secara cepat memberikan informasi apakah formula tersebut berimbang dengan benar

Contoh dari perbandingan proporsi, misalnya penggunaan garam biasanya dalam adonan roti berpatokan tidak lebih dari 2% dari jumlah tepung. Selain itu penggunaan air untuk hidrasi bahan-bahan dapat dilihat apakah adonan ini merupakan adonan yang keras atau yang lunak, seperti contohnya 40% atau 60% air dari jumlah tepung.


4. memberikan ancar-ancar yang terarah tanpa tebak-tabakan untuk mengetahui hasil akhir

Keterangan seperti pada nomer 2 dan 3.


5. memberikan pengertian bagaimana para professional (dan banyak pula para amatir) mendiskusikan formula mereka

BsP menggunakan berat tepung sebagai 100% dan bahan-bahan lainnya dihitung sebagai proporsi dari tepung tersebut. Contoh bahan-bahan yang biasanya dikategorikan sebagai tepung utama adalah tepung terigu putih, tepung terigu wholemeal, tepung rye dan semolina. Jika menggunakan lebih dari satu jenis tepung, contohnya tepung terigu dan tepung rye, jumlah tepung-tepung ini adalah 100%, misalnya tepung terigu = 60% dan tepung rye = 40%.

Jika kita menggunakan lebih dari satu bahan hidrasi seperti air, sari buah dan susu cair, bahan-bahan tersebut dikelompokan menjadi satu untuk penghitungan hidrasi. Misalnya jumlah bahan hidrasi 50%, jika kita menggunakan air dan sari buah, formula tersebut akan tertulis sebagai contohnya air = 40% dan sari buah = 10%. Begitu pula jika kita menggunakan telur, bahan ini harus diperhitungkan sebagai bahan hidrasi. Jika tidak, adonan dapat menjadi terlalu lunak untuk formula roti tersebut.


Contohnya jika kita mau membuat 500g roti berdasarkan berat tepung:

Baker’s Percentage Dalam ukuran berat
Tepung terigu 95% 475g
Tepung rye 5% 25g
Garam 2% 10g
Ragi 0.8% 4g
Air 50% 250g

Lalu, bagaimana mengkorversi resep dengan satuan berat ke BsP? Caranya mudah sekali.

Resep BsP
Tepung terigu 600g = (600/700)*100% = 85.7%
Tepung rye 100g = (100/700)*100% = 14.3%
Garam 8g = (8/700)*100% = 1.1%
Ragi 5g = (5/700)*100% = 0.7%
Air 300g = (300/700)*100% = 42.9%


Untuk tantangan ke14 ini, kita menggunakan BsP untuk straight method, tidak menggunakan preferment karena hitungan BsP akan sedikit berbeda dengan adanya dua hitungan. Pembahasan dengan preferment akan dilakukan pada saat tantangan dengan preferment.

Disusun oleh Regina Budiardjo



Jangan panik dulu… Baker’s Percentage mudah koq, tidak sesulit yang dibayangkan.

Baker’s Percentage (BsP) adalah cara penghitungan yang biasa dipakai oleh para professional bread baker. Mereka biasanya tidak menggunakan istilah resep tetapi menggunakan istilah formula. Formula ini menunjukkan proporsi dasar bahan-bahan, terhitung dan diekspresikan sebagai hitungan persen walaupun BsP bukan merupakan hitungan persentasi sebenarnya yang jumlah total adalah 100%. BsP ini menghitung bahan-bahan baik kering atau basah dalam satuan berat, baik metric atau imperial. BsP menggunakan berat tepung sebagai acuan dasarnya.

Keuntungan dari penggunaan BsP ini dengan sekali melihat, BsP:
1. memudahkan untuk memperbesar atau memperkecil jumlah bahan sesuai yang dibutuhkan

Penggunaan BsP ini dapat diterapkan secara langsung dan mudah sekali. Ukuran dari formula dapat dikali atau dibagi sesuai kebutuhan dan langsung menggunakan satuan ukuran berat. BsP dapat dikalikan langsung dan diganti dengan ukuran satuan berat. Di dalam proses industri, biasanya ukuran besar seperti dalam kg. Misalnya kita hendak membuat roti dengan ukuran tepung 25kg, BsP tersebut tinggal dibagi menjadi empat dan berat dalam satuan kg.

Terkecuali, jika berat salah satu bahan terlalu kecil untuk timbangan kita, mau tak mau, kita harus menggunakan ukuran sendok teh atau makan dan berat tersebut dapat dikonversikan menjadi ukuran volume. Cara lainnya yang dapat dilakukan, jika timbangan minimum 10g dan kita hanya butuh 2g, kita dapat menimbang bahan tersebut seberat 10g dan membagi 5. Selama bahan tersebut bukan bahan kritikal seperti pengawet, perbedaan sedikit pada berat tidak akan berpengaruh banyak terhadap hasil akhir.


2. membandingkan formula yang berbeda tanpa harus menghitung proporsi lagi karena berdasarkan satu dasar hitungan, yaitu berat tepung

Jika kita sedang membuat formula baru untuk product development dan formula tersebut berdasarkan formula lama/dasar, kita bisa menambah atau mengurangi berat bahan dengan mengetahui bahwa berat tersebut tidak akan menyebabkan adonan menjadi kacau. Disarankan jika kita hendak mengubah formula lama semisalnya untuk memperbaiki tekstur, lebih baik merubah jumlah bahan jangan lebih dari 2 macam bahan. Semakin banyak bahan yang dirubah pada satu percobaan, kita akan semakin bingung di mana letak kesalahannya jika hasil tidak sesuai yang diinginkan.


3. secara cepat memberikan informasi apakah formula tersebut berimbang dengan benar

Contoh dari perbandingan proporsi, misalnya penggunaan garam biasanya dalam adonan roti berpatokan tidak lebih dari 2% dari jumlah tepung. Selain itu penggunaan air untuk hidrasi bahan-bahan dapat dilihat apakah adonan ini merupakan adonan yang keras atau yang lunak, seperti contohnya 40% atau 60% air dari jumlah tepung.


4. memberikan ancar-ancar yang terarah tanpa tebak-tabakan untuk mengetahui hasil akhir

Keterangan seperti pada nomer 2 dan 3.


5. memberikan pengertian bagaimana para professional (dan banyak pula para amatir) mendiskusikan formula mereka

BsP menggunakan berat tepung sebagai 100% dan bahan-bahan lainnya dihitung sebagai proporsi dari tepung tersebut. Contoh bahan-bahan yang biasanya dikategorikan sebagai tepung utama adalah tepung terigu putih, tepung terigu wholemeal, tepung rye dan semolina. Jika menggunakan lebih dari satu jenis tepung, contohnya tepung terigu dan tepung rye, jumlah tepung-tepung ini adalah 100%, misalnya tepung terigu = 60% dan tepung rye = 40%.

Jika kita menggunakan lebih dari satu bahan hidrasi seperti air, sari buah dan susu cair, bahan-bahan tersebut dikelompokan menjadi satu untuk penghitungan hidrasi. Misalnya jumlah bahan hidrasi 50%, jika kita menggunakan air dan sari buah, formula tersebut akan tertulis sebagai contohnya air = 40% dan sari buah = 10%. Begitu pula jika kita menggunakan telur, bahan ini harus diperhitungkan sebagai bahan hidrasi. Jika tidak, adonan dapat menjadi terlalu lunak untuk formula roti tersebut.


Contohnya jika kita mau membuat 500g roti berdasarkan berat tepung:

Baker’s Percentage Dalam ukuran berat
Tepung terigu 95% 475g
Tepung rye 5% 25g
Garam 2% 10g
Ragi 0.8% 4g
Air 50% 250g

Lalu, bagaimana mengkorversi resep dengan satuan berat ke BsP? Caranya mudah sekali.

Resep BsP
Tepung terigu 600g = (600/700)*100% = 85.7%
Tepung rye 100g = (100/700)*100% = 14.3%
Garam 8g = (8/700)*100% = 1.1%
Ragi 5g = (5/700)*100% = 0.7%
Air 300g = (300/700)*100% = 42.9%


Untuk tantangan ke14 ini, kita menggunakan BsP untuk straight method, tidak menggunakan preferment karena hitungan BsP akan sedikit berbeda dengan adanya dua hitungan. Pembahasan dengan preferment akan dilakukan pada saat tantangan dengan preferment.

Disusun oleh Regina Budiardjo


Recipe White Bread, variation 1
Source: The Bread Baker’s Apprentice by Peter Reinhart, 2001, page 265-267

Ingredients Baker’s Percentage
Bread flour 100
Salt 1.8
Granulated sugar 7.7
Powdered milk (Dried Milk Solid) 6.2
Instant yeast 1
Egg, slightly beaten at room temperature 7.7
Butter, room temperature 7.7
Water 62.8

Methods :
(Indonesian)

1. Campur tepung, garam, susu bubuk, gula dan ragi di dalam mangkuk dengan volume 4 quart (atau gunakan mangkuk mixer). Tuangkan telur, mentega dan air, aduk dengan sendok metal yang besar (atau pakai mixer dengan kecepatan rendah menggunakan paddle attachment) hingga tepung tercampur rata dengan bahan cair tadi dan adonan membentuk bulatan bola. Jika adonan tampak keras dan kering, ciprati dengan air hingga adonan lunak dan fleksibel.
2. Taburkan tepung ke atas meja kerja, letakkan adonan di atasnya, dan mulai menguleni (atau kocok dengan kecepatan sedang memakai dough hook), tambahkan tepung jika perlu, untuk menghasilkan adonan yang lunak, fleksibel, dan tacky (sudah licin dan kering) tapi tidak lengket. Lanjutkan menguleni (atau mengaduk dengan mixer) selama 6-8 menit. (jika menggunakan mixer, adonan harusnya sudah lepas dari mangkuk, tidak lengket di dasarnya). Adonan harus lulus windowpane test (tes elastisitas adonan dengan mengambil sedikit bagian adonan dan dipentangkan di depan jendela/cahaya) dan bersuhu 80F. Siapkan mangkuk besar, olesi minyak tipis saja, letakkan adonan ke dalam mangkuk, gulingkan ke sisi-sisi mangkuk untuk melumasi adonan dengan minyak. Tutup mangkuk dengan plastik.
3. Biarkan adonan mengembang dalam suhu ruang selama 1.5 hingga 2 jam, atau hingga adonan mengembang dua kali lipat (durasi waktu pengembangan adonan bergantung kepada suhu ruangan tersebut).
4. Keluarkan adonan dari mangkuk dan bagi dua buah ukuran roti sandwich, menjadi 18 x 2ons dinner rolls, atau 12 x 3ons burger atau hot dog buns. Bentuklah bagian-bagian tersebut menjadi bola-bola untuk satu roti tawar iris atau bulatan-bulatan untuk dinner rolls/buns. Lembabkan adonan dengan spray oil tipis-tipis saja dan tutup dengan serbet dapur atau plastik. Biarkan selama 20 menit.
5. Shaping. Untuk roti tawar iris, bentuklah seperti membuat bolu gulung tetapi cubitlah bagian lipatannya dengan setiap putaran untuk menguatkan permukaannya. Tutuplah lipatan terakhir dengan mencubit seam menggunakan bagian tepi belakang tangan atau jempol anda. Olesi tipis dua loyang roti berukuran 8.5 x 4.5 inci dan letakkan adonan ke dalam kedua loyang tersebut. Untuk rolls dan buns, alasi 2 loyang dengan baking paper. Rolls tidak memerlukan shaping lebih lanjut. Untuk hot dog buns, bentuklah adonan berbentuk pistol tanpa mengecilkan ujungnya. Pindahkanlah rolls atau buns ke atas loyang.
6. Lembabkan permukaan adonan dengan spray oil dan tutup dengan plastik atau serbet dapur. Tidak usah terlalu rapat menutupnya. Biarkan adonan mengembang di suhu ruangan selama 60 - 90 menit, atau hingga adonan hampir mengembang dua kali lipat.
7. Panaskan oven 350F untuk loaves atau 400F untuk rolls dan buns. Olesi rolls atau buns dengan egg wash dan hiasi dengan poppy atau sesame seeds. Roti sandwich juga bisa diolesi dengan egg wash dan dihias, atau iris bagian tengahnya dan olesi minyak sayur sedikit di bagian irisan yang terbuka.
8. Panggang rolls dan buns selama kurleb 15 menit, atau hingga kuning kecoklatan dan bersuhu sedikit lebih tinggi dari 180F di tengahnya. Panggang loaves selama 35-45 menit, jika perlu, putar 180 derajat di tengah waktu baking untuk memastikan pematangan yang rata. Permukaan roti harusnya berwarna kuning kecoklatan dan tepinya kekuningan jika dikeluarkan dari loyang. Suhu di dalam roti semestinya mendekati 190F, dan roti berbunyi kopong ketika diketuk-ketuk dasarnya.
9. Cooling. Jika roti sudah selesai dipanggang, keluarkan segera dari loyang dan dinginkan di atas rak pendingin selama kurang lebih 1 jam sebelum diiris-iris atau disajikan. Rolls seharusnya akan dingin sekurang-kurangnya 15 menit saat didinginkan di atas rak.

Mudah-mudahan laporan kali ini melegakan para host KBB...hehehe, masih banyak kurangnya siy, makanya mau staytune terus di KBB biar makin banyak info dan ilmu baking yang bisa didapet. Sampe ketemu di tantangan KBB#15 yaaa..... !!!!
 
Wednesday, September 30, 2009
posted by bundatyas at 8:55 AM






# Surat Tjintah KBB#13

*Tiup Peluit, Terompet, Nabuh Gendang, Rameeeeeeeeeeee*

Temen-temen KBBers smuaaaaaaaa!! Sampe juga kita ke Ultah KBB yang kedua ya, ga terasa dah dua tahun baking bersama sambil memupuk persahabatan. Ultah kali ini kita rayakan dengan semangat Ramadan, untuk teman-teman muslim, kami ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Biarpun puasa tetep produktif dong yaaaa!! KBB gitu loh, musti berani. Iya ga?

Ultah KBB kali ini akan kita meriahkan dengan dua kategori perlombaan, yaitu Cake Decorating Competition dan Food Photography Competition! Ayooo...!! Semangat ya!

Siapa yang boleh ngikut? Ya KBBers semua dong. Semua member KBB diperbolehkan memilih lomba yang mana yang akan dipilih untuk diikuti. Boleh satu, boleh dua-duanya. Naahhh, ini proposalnya.
KBB 2nd Anniversary Celebration
Merah Putih: Indonesian Bakers Berani Bersatu


Cake Decorating Competition

Tema: Merah Putih: My Heart, My Soul, My Creation
Tanggal Perlombaan: 1 September - 30 September 2009
Deadline: 30 September 2009
Jadwal Posting: 29 - 30 September 2009
Bahan: Cupcakes, Cakes, Muffins
Kontestan: Semua member KBB
Hadiah: Surprise!

Kategori penilaian:
1. Theme (sesuai ga dengan tema, nyambung atau keluar jaluurrrr???),
2. Creativity (kreatifitas masing-masing, menerjemahkan tema dalam kreasi masing-masing, ekspresi lo ekspresi loooo!!! jangan nyontek yaaa! hehehe),
3. Originality (ide asli, bo, yang nyontek juga kagak ketahuan :P),
4. Decorations (yang pasti bikinan sendiri bakalan dapet nilai lebih daripada yang beli jadi, keindahan dekorasi, keserasian warna, related to the theme, of course!)
5. Cleanliness (rapi jali atau asal-asalan aja nih bikinnya?)
6. Appetizing (menggugah selera ga sih?)

Syarat:
1. Cake boleh ready-made atau baking sendiri.
2. Pemilihan icing diserahkan pada pilihan masing-masing. Boleh menggunakan buttercream, sugarpaste, fondant, marzipan, atau coklat, dsb.
3. Foto step-by-step yang diwajibkan adalah saat pendekorasian cake, supaya juri dapat menilai keaslian kreasi anda, kreativitas, dll. Foto-foto step-by-step boleh dirangkum jadi satu dalam collage, namun foto hasil akhir kreasi dipisah. Ukuran foto hasil akhir mohon di-resized dengan ukuran lebar 300pxl, ukuran panjang menyesuaikan. Foto hasil akhir akan dipajang di Picasa Album, yang linknya nanti akan diinformasikan saat round-up.
4. Pembuatan dekorasi sendiri diwajibkan difoto step-by-step (misalnya membuat hiasan-hiasan seperti bunga, miniatur hewan-hewan, dsb), dari awal hingga hasil akhir.
5. Posting hasil kreasi seperti biasa dilaksanakan pada akhir bulan, mulai dari tanggal 29 September hingga 30 September, 2009.
6. Deadline penyerahan kepada hosts yaitu tanggal 30 September 2009. Hosts tidak akan menerima lagi entries lewat dari deadline. So, please, be punctual.
7. Posting di blog anda, dan kirimkan linknya ke hosts lewat kbb.hosting@yahoo.com.au dengan menyertakan Nama, Blog URL, Blog Link, foto (hasil akhir) berukuran 300pxl width dengan sedikit note tentang pembuatan kreasi anda.
8. Untuk non-bloggers seperti biasa, mengirimkan kolase foto step-by-step dan hasil akhir secara terpisah dengan menyertakan narasi proses pembuatannya.

Juri:
Fatmah Bahalwan dari NCC
Karen dari Cake Baker Cake Maker
Yulia Riani dari Maki Cakes
Monica Tan dari Creative Cakes


Food Photography Competition

Tema: Merah Putih: from My Kitchen
Tanggal Perlombaan: 1 September - 30 September 2009
Deadline: 30 September 2009
Jadwal Posting: 29 - 30 September 2009
Kategori Foto: Semua yang berhubungan dengan makanan, kombinasi makanan dan property. Property saja tidak diijinkan.
Kontestan: Semua member KBB
Hadiah: Surprise!

Kategori Penilaian:
1. Concept: sesuaikah idenya dengan tema?
2. Composition: termasuk dalam skill point of interest, enakkah dipandang mata atau malah nyempil-nyempil?
3. Lighting: crisps, under, or over?
4. Styling: presentasi yang menggugah selera, pemilihan property yang sesuai dengan tema dan makanan?
5. Communication: adakah chemistry antara foto anda dengan penikmat foto? mampukah menarik mata para penikmat foto? adakah kesesuaian antara point-point kategori di atas?
6. Edibility: seberapa lezatkah makanan ini? is it too good to be true, truly droolable atau malah menjijikkan, atau bikin eneg?

Syarat:
1. Foto asli copyright fotografer tersebut.
2. Foto dibuat khusus untuk ultah KBB dimuat dalam post, meskipun dapat dikirimkan ke photo event seperti DMBLGIT.
3. Penyerahan foto selambat-lambatnya tanggal 30 September 2009.
4. Post foto kreasi anda di blog, lalu kirimkan lewat email kepada hosts di kbb.hosting@yahoo.com.au; dengan menyertakan Nama, Blog Url, Link Post, Judul Foto, Jenis Camera, dan foto berukuran 400pxl width (panjang menyesuaikan).
5. Foto-foto yang masuk akan dikumpulkan dalam Picasa Album dengan link yang akan diinformasikan saat round-up.

Juri:

Aran dari Canelle Vanelle
Meeta Kurana dari What's For Lunch, Honey?
Sylvie Gill dari Dapur Cemara
Toni Wahid

=======

Tuh Surat Tjintahnya seru kaaannn.............??? akan tetapi Tyas ga bisa ngerjain hingga deadline berakhir niy....nyesel dweh. Tapi nyesel abis2an jg tiada berguna wong waktunya udah lewat ko ya.....yang penting masih bisa ikutan merayakan ultah KBB ke dua dan inilah hasil akhirnya.........

Happy Birthday buat KBB, panjang umur, membernya makin semangat, makin dicintai, makin seru tantangan, dan sukses ya...!!! Semangat !!!
 
Wednesday, July 15, 2009
posted by bundatyas at 8:40 AM







KBB #12- Savoury Baking

Souffles konon kabarnya berasal dari Negara Perancis yang dipopulerkan oleh chef Antoine Beauvilliers. Souffles bisa beragam, baik manis maupun asin dan dihidangkan sebagai desserts atau main dish. Kali ini kita akan mencoba membuat souffle asin sebagai tema KBB #12-Savoury Baking.

Tantangan kali ini masuk dalam kategori 'menantang'.

Pembuatan souffles panggang asin/savoury dasarnya selalu dengan mencampur roux, yaitu campuran tepung dan mentega (ingat dengan pembuatan Paris-Brest?), lalu ditambah dengan kuning telur, susu dan keju sebagai dasar saus bechamel. Putih telur dikocok tersendiri hingga mencapai volume puncak yang kemudian dicampur ke dalam adonan keju-kuning telur.

Souffle panggang akan mengembang tinggi di oven dan harus dihidangkan segera.

Ketentuan Pembuatan:

Souffle dapat ditambahkan dengan sayuran kesukaan, misalnya bayam, silverbeet, atau yang lainnya

Keju cheddar dapat diganti dengan gruyere. Member diijinkan untuk mengganti keju jika Cheddar, Parmesan atau Gruyere tidak tersedia di tempat masing-masing.

Member diijinkan menambahkan cincangan herbs seperti chervil, basil, parsley, atau rempah lain yang sekiranya dianggap sesuai selera.

Resep ini juga bisa memakai 1 loyang dengan kapasitas ukuran 6 cup, dengan demikian waktu pemanggangan harus disesuaikan.

Selamat Mencoba!


Cheese Souffles
Sumber: The Perfect Cookbook by David Herbert. Penguin Books Australia Ltd 2003.

100g unsalted butter / mentega tawar
½ cup plain (all-purpose) flour / tepung terigu
300ml milk / susu
1 cup grated cheddar / cheddar parut
2 Tbs / sdM freshly grated parmesan / parmesan parut
½ tsp Dijon mustard / mustard Dijon
pinch / sejumput cayenne pepper
4 eggs / telur, separated / pisahkan

Preheat the oven to 190C (375F, Gas Mark 5). Grease and lightly flour six ½-cup-capacity souffle dishes.

Panaskan oven suhu 190C (375F, Gas Mark 5). Minyaki/olesi mentega dan taburkan tepung loyang souffle dengan kapasitas ½ cup sebanyak 6 buah.

Melt butter in a small saucepan over low heat. Add the flour and cook, stirring constantly, for 1 minute. Gradually add the milk and whisk continuously over medium heat until the mixture is smooth, thickens and comes to the boil. Allow to cool for 5 minutes.

Lelehkan mentega di panci kecil dengan api kecil. Tambahkan tepung lalu masak sambil diaduk-aduk selama 1 menit. Tambahkan susu sedikit demi sedikit dan whisk terus menerus dengan api sedang hingga adonan lembut, mengental dan mendidih. Biarkan dingin sejenak selama 5 menit.

Transfer the mixture to a bowl and stir in the cheddar, parmesan, mustard and cayenne pepper. Mix well.

Pindahkan adonan ke dalam mangkuk dan masukkan keju cheddar, parmesan, mustard dan cayenne pepper. Aduk rata.

Lightly beat the egg yolks and add these to the cheese mixture. Mix well.

Kocok ringan kuning telur dan masukkan ke dalam adonan keju. Aduk rata.

With an electric mixer, whisk the egg whites in a clean bowl until firm peaks form. Fold a quarter of the whites through the cheese mixture to slacken it slightly, then gently fold through the remaining whites.

Kocok putih telur menggunakan electric mixer hingga mencapai firm peak. Masukkan seperempat adonan putih telur ke dalam adonan keju untuk sedikit 'melemaskan' adonan, lalu masukkan sisanya perlahan.

Spoon the mixture into the prepared dishes and bake for 20-25 minutes, or until risen and golden. Don't be tempted to open the oven until the souffles have risen. Serve immediately.

Sendokkan adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan lalu panggang selama 20-25 menit, atau hingga mengembang naik dan kecoklatan. Jangan tergoda untuk membuka oven sebelum souffles betul-betul sudah mengembang/naik. Hidangkan segera.

==========

Begitulah isi surat cinta ttg tantangan KBB#12 kali ini...... sempet bengong beberapa hari, entah karena melihat beberapa bahan yg dirasa aneh (belum kenal)ato krn kesibukan kantor yg menumpuk, dan padatnya acara di w'end setiap minggunya...hehehe.....alesan mah ada aja yaa........

Tapiiii.....syukurlah KBBers-Bandung menjadwalkan untuk ngerjain bareng tantangan kali ini....yipiiiiiiiiiiii...huraaaayy-huraaaayy deh pokonya.... udah kebayang hebohnya spt apa, terutama pasti akan banyak ilmu, tips dan trik dari mba Emma sebagai pemandu nya.... (terima kasih banyak mba Emma...)

Karena ngerjain tantangannya bareng2 jadi keraguan dan perasaan takut gagal itu hilang, apalagi dibimbing pula pengerjaannya,,,jadiiii....tantangan kali ini bisa dikategorikan tantangan yg masih dianggap gampang...eiiitsss...dengan catatan tau triks dan tipsnya yaa.....triiinnkkssss

Hasil Savoury nya pun terbilang memuaskan, enak banget, apalagi kalo ditambah dengan beef, sosis, sayuran,,,karena yg tantangan KBB#12 ini Tyas bikinnya yg bener2 menurut resepnya dulu biar nyoba rasanya seperti apa siy gitu...tapi mantap deh pokonyaa...

(Udah panjang niy...) Pokonya tantangan kali ini bisa terlewati dengan sukses, tidak terlepas dari segala bimbingan, tips dan triknya, dan yg paling heboh sesi foto2 yg bener2 menguras energi, pikiran dan peralatan....hehehehe

Terimakasih bu Host, terimakasih temen2 KBB yang selalu semangat !!!!
 
Thursday, May 14, 2009
posted by bundatyas at 8:04 AM








KBB#11-Onbitjkoek

Onbitjkoek merupakan kue khas Belanda dan sudah melekat ke dalam kategori kue-kue Indonesia dikarenakan latar belakang sejarah yang melibatkan kedua negara. Patut kita coba dan lestarikan, karena biar bagaimanapun sejarah juga mencakub dunia kuliner Indonesia yang mempengaruhi komponen-komponen modernisasi saat ini.

Memakai resep ini kita juga belajar membaca resep Indonesia dan bagaimana para praktisi kuliner Indonesia membuat resep (bahan diskusi: metode pembuatan, suhu oven, waktu pemanggangan, cara penulisan bahan, dsb). Ingat, teliti membaca sebelum membuat.

Onbitjkoek

Sumber: Kue-Kue Indonesia. Yasa Boga-PT Gramedia Jakarta. 2007.


125g gula palem/gula merah
5 kuning telur
3 putih telur

campur rata 125g tepung terigu, 1 sdt peres kayumanis bubuk, ½ sdt pala bubuk, ¼ sdt cengkih bubuk,

50g kenari, iris tipis


Kocok kuning telur dan putih telur, gula palem sampai kental dan naik. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur, aduk rata. Tuang ke dalam loyang roti (loaf) yang sudah dialas dengan lapisan kertas yang sudah diolesi mentega dan ditaburi tepung. Panggang kurang lebih 20 menit (setengah matang). Taburi irisan kenari. Panggang terus sampai matang, angkat. Potong menurut selera.

=================

Diatas adalah surat cinta yang ke 11 dari KBB.........asiknya resep tantangan kali ini begitu mudah dipersiapkan plus pengolahannyapun gampil pisan...cieeeeee, ga percaya?? liat aja sendiri resepnya! tapi emang bener ko'.....bisa dijadiin resep andalan buat acara2 special ato sekedar menu buat nememin minum teh disore hari atau sarapan pagi...dioles butter lebih sedeeepp

So far.....Tyas seneng banget ngerjainnya,,,,,ga banyak2 komentar ah, karena tantangan KBB seribet apapun pasti bawa banyak ilmu serta hasil yg bikin kita takjub2 gituuu........

Sampe ketemu di tantangan KBB berikutnya yaaa.....!!
 
Monday, March 23, 2009
posted by bundatyas at 2:32 PM











KBB#10- Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks
Source: Chef Fred Wiesehutter, Heritage Christchurch, posted at Foodtown Magazine.

Tantangan kali ini: Desserts, mencoba menggabungkan rasa caramel dan shortbread renyah beraroma mint yang samar-samar dipadukan dengan wangi biji2 vanili yang tersebar di partikel-partikel terkecil dalam biskuit ini.

Resep dalam Bahasa Indonesia

Minted Shortbread Sticks

100g icing sugar
200g tepung terigu
100g maizena
250g mentega tawar, lunakkan (di suhu ruangan)
1 batang vanili, ambil bijinya dan sisihkan
1 batang daun mint, cincang (halus)

Panaskan oven suhu 150C. Alasi loyang dengan baking paper.

Campur icing sugar, semua tepung, mentega, biji vanili dan mint di dalam mangkuk dan aduk rata. Gilas sekitar setebal 1cm. Potong-potong dengan ukuran 2 x 8cm (like fingers). Letakkan ke atas loyang yang sudah dialasi baking paper dan panggang selama 20-25 menit, hingga sedikit kecoklatan (musti diingat, shortbread pada umumnya berwarna pucat). Biarkan dingin dan simpan di dalam wadah kedap udara hingga diperlukan. Untuk 30 potong.

Caramel Pots
125g caster sugar
2 sdM air
125ml susu
250ml krim
3 kuning telur

Kocok dengan whisker gula ke dalam air di atas panci. Hati-hati saat memanaskannya (pakai api kecil saja) dan masak hingga berwarna coklat karamel. Campur susu dan krim di sebuah panci yang lain dan hangatkan, jangan sampai mendidih. Kocok dengan whisker susu ke dalam karamel. Biarkan dingin sejenak.

Tuang ke dalam 4 buah ramekin. Panggang di dalam water bath dengan suhu 160C selama 30 menit atau hingga set. Angkat, biarkan dingin, lalu masukkan ke dalam kulkas untuk didingkan lebih lanjut. Untuk 4 porsi.

Note:
* Penyajian diserahkan kepada selera masing-masing anggota, misalnya dengan menambahkan fruit puree, buah2an segar, dsb, tergantung dengan daya imajinasinya..

* Silakan berimprovisasi dengan bentuk shortbread, seperti spiral, curve, dibentuk beraneka rupa.

* Jika daun mint dan vanilla pod susah didapat, silakan menggunakan bahan pengganti, misalnya essence, flavouring, atau paste.


=============

itulah surat cinta KBB#10, yg bikin dag dig dug deeerrr...soalnya kerjaan kantor lagi pas numpuk2nya, banyak schedule pulaa...walhasil deh baru bisa ngerjain di minggu ke 3...duuhh udah hopeless aja dweehh...

setelah baca2 imel temen2 KBBers trus baca resep berulang2,,,,kemudian dipraktekin, alhamdulillah ga nemuin kendala aliyas lancaarrr... jadi malming ngerjainnya, baru minggunya deh motret2 buat bikin laporan...alhamdulillaahh, moga lulus yaaaa

pokonya itu resep ga ada yg dirubah sedikitpun, plek suplek sesuai dengan resep. Kecuali mangkok aja, Tyas pakenya mangkuk yg biasa dipake zuppa soup abis ga ada lagi mangkuk yg tahan panas soalnya...hehehe..tak apa yaaaa...

Moga di resep tantangan berikutnya tetep semangat yaaa...!!!
 
Tuesday, January 27, 2009
posted by bundatyas at 7:50 AM





Dear KBBer Tercinta,

Sebelumnya kami ingin mengucapkan "HAPPY NEW YEAR 2009" ! Semoga di tahun mendatang kita semua bisa menjalani segala aktivitas / pekerjaan kita dengan semangat baru. Setelah long weekend, sekarang waktunya bergelut kembali dengan hobi kita. Sesuai dengan kurikulum KBB yang telah disusun sepanjang tahun baru mendatang, tema kali ini adalah PASTRY. Pastinya seru dong tantangan kita kali ini..... So, Get Ready ! ................... (lengkapnya bisa di baca di KlubBeraniBaking ya...!!)

-------------------------------

Begitulah sepenggal surat cinta dari KBB....duh, baca resep yang panjang seperti itu, rasanya deg2an banget mau ngerjain tantangan kali ini......dilihat bahan tidak seberapa (maksutnya gampang didapat gitoo...) tapi pengerjaannya rada2 ribet (sesi lipat gulipat dan bolak balik freezer nya itu loohh...)

Tapiiiiiiiiiiiiii.......berhubung udah pernah bikin pastry sebelumnya, meskipun dengan bahan korsvet (pengerjaannyapun lebih gampang) akhirnya bisa juga terselesaikan, malah sampe 2x nyoba, walo hasilnya kurang memuaskan dan ga berhasil bikin layer yg diharapkan (duuh....!!) tapi rasanya puas jg bisa memenuhi tantangan KBB#9 ini......yg penting udah berusaha mencoba, meskipun diakhir2 waktu laporan....hehehe.......

Berikut diatas adalah liputan dan foto hasil akhir semoga mewakili yaa......duh jadi malu2 imut kalo dibanding hasilnya ama temen2 KBBers lain.............;))

Tetep semangat !!! sampe jumpa di KBB#10 mendatang.....!!

 
Wednesday, December 31, 2008
posted by bundatyas at 8:06 AM


Menutup akhir tahun 2008, dengan pesenan dari Teh Netty lagi niy....... rejeki akhir tahun, alhamdulillah ya....... moga ditahun depan pesenan lebih lancar,,,,,amin

TCC .. teuteup ,, dengan decorating yg sederhana ,, moga bisa menyenangkan hati sang pemesan yaa......... makasih Teh Netty.........
 
posted by bundatyas at 8:01 AM


Pagi2 ada telp dari mba Hana mau pesen tumpeng buat acara ulang tahun ibunda, hmmm......... seneng campur kaget tentunya.......sempet imel-imelan, trus jadi deh tumpengnya dianter ke rumah ibunda mba Hana........moga tidak mengecewakan ya mba ...... ini dia fotonya


hiasannya sederhana aja, yang penting cita rasa tidak membuat kapok pemesan buat pesen lagi ya.....moga deh kedepannya decoratingku lebih berpariasi..........amin